Selasa, 18 Juni 2013

Moment of Truth

Aku ingin menari seperti kupu kupu meliukkan sayapnya
Aku ingin berceloteh seperti burung yang lepas dari sarangnya
Dan hinggap di pucuk daun ribun,
Aku ingin berteriak pada dunia, bahwa aku punya cinta..
Dan memeluk cintaku.. Itu saja yang kupinta dalam hidup ini..

Malam tadi, sehabis Isya, aku membingkiskan kado special untuk laki laki tersayangku.. Hari itu wajah nya ceria. Senyum tak putus dari bibirnya. Sempurna.

Ia menggendong matahari kecilku, lalu ku ajak mereka berdua untuk membuka bingkisan kecil itu.. Awalnya Aisyah yang bersemangat.. Walau kado kecil itu tak ku bungkus dengan rapih karena tak ada selotip, hanya menggunakan karet gelang.. Romantis sekali..

Aisyah sudah duluan membuka satu demi satu karet gelang tersebut.. Sampai pada sebuah gulungan tisu yang diikat dengan pita pink.. Ia melemparnya ke arah abah..

Abah tersenyum, berkernyit.. "Apa nih mi? Coklat ayam jago ya" disambut senyum ku.. "Buka aja bah.. It's a suprise"

Dan wajahnya merekah indah.. Kami bertiga berpelukan..

Tak henti kupanjatkan rasa syukur..
Tak henti kulambungkan doa doa..

Terima kasih Rabbku..
Terima kasih duhai Allah..

Atas karunia-Mu, titipan-Mu..

-Jkt, 18 Juni 2013

Selasa, 04 Juni 2013

Kisahku Hampir Menjadi Korban Penipuan

Hidup ini, berpuluh puluh, bermilyar milyar, berjuta juta ujian menghampiri.
Sunatullah kehidupan.
Barang siapa tak menghendakinya, maka monggo, jangan jadi penghuni kehidupan.. Karena hidup dan ujian akan selalu berdampingan..

Saya akan bercerita tentang pertemuan saya dengan seorang wanita.. Kala itu, di depan sebuah mall, ia menghampiri saya. Wajahnya terlihat susah "mba, maaf kalau saya mengganggu, boleh saya minta bantuannya?" "ada apa ya?" tanya saya keheranan..

"Begini mba, saya di drop sahabat saya disini, tapi saya lupa, bahwa tas ransel saya yang berisi dompet ketinggalan disana, dan sekarang saya tak punya uang sepeserpun, jadi kalau mba berkenan, saya minta ongkos untuk pulang naik kereta ke Bogor"

Klise ya.. Dalam hati saya, duh modus penipuan apa pula ini. Tapi sungguh, penampilan si mba tak mencerminkan bahwa ia tengah berakting. Kerudungnya rapih. Wajahnya terlihat santun. Kalimatnya sungguh natural. Saya ditimpa keraguan. "perlu berapa ya?" tanya saya, akhirnya.

"Dua puluh ribu ada mba? Tapi saya bingung gimana ganti nya ya?" sahutnya kembali.

"gak papa ga usah diganti mba, tapi mohon maaf sekali, saya cuma bisa kasih setengahnya, karena setengahnya lagi untuk ongkos saya pulang" jawab saya melirik ke dalam kantong.

"ya gak papa deh mba, makasih banyak ya"

Dan pembicaraan kami melebar ke arah pekerjaan masing-masing.. Rupanya ia guru PNS di kota Serang. Lalu ia tiba tiba berkata "mba berminat jadi PNS, teman saya kepegawaian di Diknas, ia memang sedang membutuhkan banyak Guru PNS di DKI, kalau mba mau titip berkas ke saya ya.. Saya sudah bawa banyak orang mba, dan banyak yang lolos.. Cuma bayar 500 ribu aja sebagai uang jaminan, kalau gak tembus uangnya dibalikin mba" Jelasnya bersemangat. Saya pun diberinya no kontak si Bapak di Diknas, sebuat saja Bapak F.

Waktu itu saya tanya, "Diknas mana si bapak F?"
"Diknas Sunter mba" Jawabnya.

Singkat cerita, seorang teman berminat untuk menitip berkas ke bapak F, walau dengan tanda tanya "bener gak sih? Kok harus bayar duluan? Kan banyak tuh penipuan dengan modus serupa.."

Tapi jiwa Investigasi saya terkelitik. Kenapa tidak didatangi Bapak F ini kalau memang benar. Saya pun sms bapak F. Namun beliau mengatakan sebaiknya jangan ke kantor.

"Alasannya apa Pak?" jawab saya di sms.
"ya sudah prosedurnya bu, nanti kalau sudah ada panggilan baru ke kantor"

Nah loh, makin mencuatkan kecurigaan saya.. Penasaran, saya dan teman saya pun mengitari kawasan Sunter, bertanya kesana kesini mencari sebuah alamat Diknas Sunter. Dan kami mendapati arah yang berputar putar. Semua yang kami tanya berkernyit. "Gak ada Diknas Sunter mba, Diknas mah di bla bla bla" pokoknya gak ada di Sunter.

Tiga jam kami mencari sepotong alamat itu.

Dan akhirnya, kami sampai pada sebuah kesimpulan..

Wajah, penampilan seseorang, tidak menjadi jaminan akan isi hati nya. Jangan mudah percaya, terpengaruh, seperti kata sobat saya "Ini Jakarta Man" anything can happened.

Dan teman saya yang awalnya sangat bersemangat jadi lemas mendapat kenyataan ia tertipu. Namun justru menjadi lebih bersyukur bahwa uang tabungannya belum ia berikan pada si Bapak F.

Ternyata, masih saja ada manusia manusia yang mencari untung dari kelemahan orang lain. Masih ada saja, jiwa jiwa redup yang berusaha mengeruk untung dari modus penipuan.. Sungguh kasihan..

Semoga Bapak F dan kaki tangannya diberi hidayah oleh Allah Swt..

So sahabatku semua.. Waspadalah.. Semoga bisa menjadi Ibroh bagi diri ini dan semua.. 

Hidup ini memang bergelimang ujian ya sahabat.. Bapak F di Uji Allah dengan kesulitan uang, ia menggunakan kesehatan yang Allah beri, untuk menipu orang lain, begitu pula mereka yang membantu bapak F.

Semoga Allah beri kita keistiqomahan agar selalu dalam kebaikan, dan dikuatkan keimanan kita, kala ujian menerpa.
Amiin ya Rabb.

Senin, 03 Juni 2013

Balada si Picky Eater chapter 2

Alhamdulillah alaa kulli haal astaqfirullah 'alaa kullo dzanbiin..

3 hari ini it's been amazing.. seru banget. saya ga tau dari mana bermula, hari dan detik apa itu terjadi, apakah semalam ada gerhana bulan yang mengiringi #mulai lebay.. tapi alhamdulillah, princess ku dah mulai mangap ketika disuapin.. anakku 21 bulan, dan aku baru merasakan 'nikmat' nya menyendoki, 'nikmat' nya menyuapi tanpa airmata..

walau masih harus sambil main, bujuk2 dikit, tapi semangkuk alhamdulillah habis.. wiih seneng banget..

saya adalah seorang bunda dari putri yang picky.. awal mpasi adalah masa ups and down saya. banyak kisah yang saya rasakan.. berpuluh curhat saya di forum jejaring sosial saya lontarkan, banyak ilmu didapat. tapi tetap anak saya masih saja picky. kadang iri sekali dengan anak tetangga yang membuka mulut lebar saat disuapi, iri dengan saudara yang anak anaknya gemuk dan lincah, sementara saya harus berpuas dengan bb anak saya yang selalu di garis merah. semua mata menyorot "ngapain aja bu? anaknya ga dikasih makan ya?" "ngasih makan anak saja ga becus". that was the most saddest moment in my life. jungkir balik saya berusaha mengotak atik menu, semua tips berusaha dijalankan, makan keliling, sampai naik odong odong (untung emaknya ga muat kalau ga bisa ikutan juga).. anything asal anaknya mau makan. dan ke picky an nya masih maju mundur. sampai dibawa ke klinik picky eater pun pernah. namun begitulah, semua seakan tanda tanya besar.. it is becouse of the gen, or the lug?

tapi sampai detik ini, saya baru menyadari sebuah hikmah, bahwa semua kejadian ini telah membuat saya jatuh cinta pada memasak.. dulu mana kefikiran saya untuk baking. bikin roti? hoho lebih baik saya beli. tiga kali koprol sampai ke tempat si roti. bikin mie?  ribet amat ya? begitulah dalam benak saya dulu.. tapi perjalanan sebagai seorang ibu, it's been such a wonderful journey.. seperti pendakian gunung, yang tentu saja tak hanya indah dilihat tapi banyak aral merintang.. begitulah, setiap tetes keringat, airmata, doa, pasti berujung indah.. dan perjuangan saya pun takkan berhenti sampai disini.. kelak ada fase anak saya kembali picky, dan saya pun akan mengisi amunisi kesabaran saya sambil memutar otak mengatasi kepickyannya..

tadi, jam 3 sehabis saya menyuapi nya, butuh sekitar setengah jam sampai habis satu mangkok. saya pun bersiap menjalani aktivitas saya lainnya, beda sekali dibanding dulu, butuh 2 jam hanya untuk satu mangkok yang nyaris selalu bersisa..

entah, jangan tanya saya ramuan, saya berhenti dari mencekoki anak saya dengan ramuan yang konon kabarnya ampuh. it works with other, but not with my lil princess.. it's just happended.. entah apa karena selama ini ia masih saya beri ASI, dan lately asi saya sudah mulai berkurang (ya iyalah dah mau dua tahun ya bu..) maka kebutuhan asi nya sudah tergantikan.. apa pun itu, i just happy now.. sudah sedikit berkurang galau saya.. dan buat para ibu yang masih mengalami fase picky si anak, percayalah bunda, badai pasti berlalu.. suatu waktu si anak akan membuka mulut, dan menyukai semua masakan kita, masakan yang selalu beraroma bumbu cinta.. jangan resah dan galau, justru banyak sharing, banyak bertanya, akan membuat kita jadi banyak tahu, and be a smart mom. so never give up ya buat para .. buah manis itu pasti akan kita rasakan..