Senin, 03 Juni 2013

Balada si Picky Eater chapter 2

Alhamdulillah alaa kulli haal astaqfirullah 'alaa kullo dzanbiin..

3 hari ini it's been amazing.. seru banget. saya ga tau dari mana bermula, hari dan detik apa itu terjadi, apakah semalam ada gerhana bulan yang mengiringi #mulai lebay.. tapi alhamdulillah, princess ku dah mulai mangap ketika disuapin.. anakku 21 bulan, dan aku baru merasakan 'nikmat' nya menyendoki, 'nikmat' nya menyuapi tanpa airmata..

walau masih harus sambil main, bujuk2 dikit, tapi semangkuk alhamdulillah habis.. wiih seneng banget..

saya adalah seorang bunda dari putri yang picky.. awal mpasi adalah masa ups and down saya. banyak kisah yang saya rasakan.. berpuluh curhat saya di forum jejaring sosial saya lontarkan, banyak ilmu didapat. tapi tetap anak saya masih saja picky. kadang iri sekali dengan anak tetangga yang membuka mulut lebar saat disuapi, iri dengan saudara yang anak anaknya gemuk dan lincah, sementara saya harus berpuas dengan bb anak saya yang selalu di garis merah. semua mata menyorot "ngapain aja bu? anaknya ga dikasih makan ya?" "ngasih makan anak saja ga becus". that was the most saddest moment in my life. jungkir balik saya berusaha mengotak atik menu, semua tips berusaha dijalankan, makan keliling, sampai naik odong odong (untung emaknya ga muat kalau ga bisa ikutan juga).. anything asal anaknya mau makan. dan ke picky an nya masih maju mundur. sampai dibawa ke klinik picky eater pun pernah. namun begitulah, semua seakan tanda tanya besar.. it is becouse of the gen, or the lug?

tapi sampai detik ini, saya baru menyadari sebuah hikmah, bahwa semua kejadian ini telah membuat saya jatuh cinta pada memasak.. dulu mana kefikiran saya untuk baking. bikin roti? hoho lebih baik saya beli. tiga kali koprol sampai ke tempat si roti. bikin mie?  ribet amat ya? begitulah dalam benak saya dulu.. tapi perjalanan sebagai seorang ibu, it's been such a wonderful journey.. seperti pendakian gunung, yang tentu saja tak hanya indah dilihat tapi banyak aral merintang.. begitulah, setiap tetes keringat, airmata, doa, pasti berujung indah.. dan perjuangan saya pun takkan berhenti sampai disini.. kelak ada fase anak saya kembali picky, dan saya pun akan mengisi amunisi kesabaran saya sambil memutar otak mengatasi kepickyannya..

tadi, jam 3 sehabis saya menyuapi nya, butuh sekitar setengah jam sampai habis satu mangkok. saya pun bersiap menjalani aktivitas saya lainnya, beda sekali dibanding dulu, butuh 2 jam hanya untuk satu mangkok yang nyaris selalu bersisa..

entah, jangan tanya saya ramuan, saya berhenti dari mencekoki anak saya dengan ramuan yang konon kabarnya ampuh. it works with other, but not with my lil princess.. it's just happended.. entah apa karena selama ini ia masih saya beri ASI, dan lately asi saya sudah mulai berkurang (ya iyalah dah mau dua tahun ya bu..) maka kebutuhan asi nya sudah tergantikan.. apa pun itu, i just happy now.. sudah sedikit berkurang galau saya.. dan buat para ibu yang masih mengalami fase picky si anak, percayalah bunda, badai pasti berlalu.. suatu waktu si anak akan membuka mulut, dan menyukai semua masakan kita, masakan yang selalu beraroma bumbu cinta.. jangan resah dan galau, justru banyak sharing, banyak bertanya, akan membuat kita jadi banyak tahu, and be a smart mom. so never give up ya buat para .. buah manis itu pasti akan kita rasakan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar