Buat Full Time Mother tantangan terberat (untuk saya pribadi ya) adalah memberi Aisyah makan.. Rasa nya simple. Buka mulut, kunyah, telan.
Tapi untuk princess kecil saya yang insyaAllah september ini berulang tahun kedua, ternyata tidak semudah itu.. Dari awal mpasi dia bukan pecinta makanan. Lepeh, malas buka mulut, geleng geleng, jadi menu sarapan saya sehari-hari.
Airmata, stres, pening, sampai suka bengong dan ketawa sendiri (hehe gag separah itu deng #dramatisasi) sudah saya lalui. Semua berujung dengan gtm atau gerakan tutup mulut si cantik ini.
Tadi pagi, perkedel, mie tumis ayam, roti labu, puding, semua disiapkan untuk cantikku ini. Perkedel kecil dihabiskan, mie dapat empat suap, nasi? Hoho sudah barang tentu tak akan disentuh. Yap, sungguh menguras emosi. Lari sana sini, nyanyi, semua dilakukan untuk biar si kecil mau makan.
Walhasil, sampai waktu bobok siang 'hanya' itu yang masuk ke perutnya. Biasa nya jurus andalan saya jagung rebus, wortel kukus pasti jarang ditolak. Tapi tadi mungkin terlanjur ngantuk, semua ditepis.
Ya, inilah balada seorang ibu. Happy bercampur mellow. Apalagi berat badan anakku termasuk kecil mungil. Every eye seems like blaming on me, of course i'm her mother.. Tapi believe me, i've tried best i can do.
InsyaAllah waktu berganti, hari berlalu, dan cerita indah nyuapi Aisyah, perjuangan memberi makannya, even sekarang aku jadi hobi masak karena Aisyah, akan jadi momerable yang membuat senyam senyum.. Meanwhile.. Umi akan terus berusaha memberi Aisyah makanan, asupan bergizi, semoga BB Aisyah tetap naik ya..
Wish me luck moms :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar