Ada banyak kisah pada tiap nafas yang diberikan-Nya, ada senyum yang terlukis dalam tiap detak jantung kita,
Dan pada akhirnya.. Hanya kepada-Nya lah segala berpulang..
(sudut ITC, 2013)
Hari ini, ada senyum. Pertama kali Aisyah menginjakkan kaki ke ITC Cemas (cempaka mas ^^)
Seru, karena ada kakak Najwa dan Kakak Syauqi yang ikut serta.
Kakak Najwa hanya terpaut 2 bulan usia nya dari Aisyah, tapi jangan ditanya, cereweeet minta ampun. Lagu anak-anak dia sudah hafal. Suka menggoda pembicaraan orang lain. She is smart. Dan, kembali, si emak ini compare with my lil princess..
Aisyah kok belum bisa satu kata pun ya.. Alhamdulillah, Aisyah sudah mengerti setiap diajak komunikasi, minta tolong ambilkan ini itu Alhamdulillah bisa dikerjakan. Kami menanyakan perihal kejadian yang dilihat atau dialami juga Aisyah menerangkan dengan suara 'uu uu uu' dan gesture tubuh nya. Kadang berbentuk 'kata' seperti 'baba, tada, mada, maka, peda, peta, ata' seperti itu.
Tapi belum ada kata yang keluar yang kami fahami..
Lalu, oneday datang seorang kerabat kami lainnya, dengan anak laki-laki nya. Usia 3 tahun 2 bulan. Secara verbal ia mampu menyusun kata, kalimat, celotehan (cerewet bahkan), motorik kasar dan halus bagus.. Tapi secara psikologis rupa nya ia masih belum menunjukkan kemandirian, bahasa asing nya 'kolokan' :)
Bangun tidur minta digendong, diajak keluar rumah dulu baru diam, kalau tidak ia akan menangis keras. Belum lagi kalau ada sesuatu yang diinginkan, ia akan memverbalkan dengan tangisan. Dan akan mengeras jika tidak dituruti. Almost crying most of time. Dan rumah kami pun ramai..
So moms, ternyata, kecakapan, kecerdikan, kefasihan, kematangan emotional, tak bisa diukur dengan sebuah satuan usia. Dan tak bisa dipukul rata untuk semua anak. Alhamdulillah (semoga tetap begitu ya sayang), Aisyah Alhamdulillah mudah diarahkan, mudah diberi pengertian, berhati-hati (cermat mengamati sesuatu), dan tidak serta merta menangis kuat jika ada keinginannya yang tidak dituruti (kecuali minta naik tangga hehe), dan akan berhenti jika dialihkan dengan yang lain.
Ketika berjalan beriringan di ITC tadi, dua saudara Aisyah mendapat balon, kecuali Aisyah, aku ingin melihat respons nya (sekaligus belajar untuk tidak selalu menuruti kemauannya), ia menunjuk nunjuk balon saudara nya. Ia ingin memegang. Ia mulai merengek dengan suara pelan.. Aku mencoba membujuk 'Aisyah sayang, Aisyah ada mainan lain tuh.. (sambil menunjuk mainan karet yang tadi dibeli), jadi Aisyah pegang ini saja ya..' ia diam memegang mainan karet, tapi mata nya tak lepas dari balon. Ketika dipinjami balon tersebut, nampak mata nya berkerjap riang "ah senangnya sayang.. Aisyah belajar mengendalikan kemauan Aisyah ya.."
Alhamdulillah, betapa Allah Maha Rahmaan, semoga, oneday, ketika saatnya datang, kata-kata Aisyah akan meluncur dari bibirnya.. Dan insyaAllah umi selalu diberi kekuatan, kesabaran, dan rasa syukur agar selalu dapat menangkap berbagai kecerdasan demi kecerdasan lainnya yang diberi oleh-Nya..
Dan, tadi, melihat kakak Najwa pinter makan dengan lahap, Aisyah membuka mulut lebar (laper juga kali ya nak hehe..)
Ah senangnya.. Apa pun itu, mari belajar dari hamparan hikmah, anak-anak kita, keponakan, murid-murid, merekalah guru guru kecil dalam kehidupan..
Met istirahat sayang..
Umi love you.
(Mei, 2013)
fufufu.. anak perempuannya itu selalu unyuuuu sekali. *Balada emak nggak punya anak cewe* #BedaFokus
BalasHapus